Ketika semen dicampur dengan air maka proses kimia akan berlangsung yang disebut proses hidrasi, bahan kimia dalam semen bereaksi dengan air dan mambentuk menjadi senyawa baru.
| KOMBINASI MATERIAL |
HASIL KOMBINASI |
| Tricalcium Silicate + Air |
Tobermorite Gel + Calcium Hydroxide |
| Dicalcium Silicate + Air |
Tobermorite Gel + Calcium Hydroxide |
| Tetracalcium Aluminoferrite + Air + Calcium Hydroxide |
Calcium Aluminoferrite Hydrate |
| Tetracalcium Aluminate + Air + Calcium Hydroxide |
Tetracalcium Aluminate Hydrate |
| Tetracalcium Aluminate + Air + Gypsum |
Calcium Monosulfoaluminate |
Jumlah Tobermorite Gel dalam semen yang terhidrsi sekitar 50%, senyawa ini merupakan yang paling utama dalam semen portland. Dalam semen terdapat beberapa mineral potensial yang mana fungsinya berbeda-beda antara lain sebagai berikut
Tri Calcium Silicate (C3S), memberikan konstribusi terhadap kuat tekan awal, ini disebabkan karena C3S dapat mengalami setting (pengerasan) dalam beberapa jam. Rekasi dengan air menghasilkan panas dan ini juga mempengaruhi daripada laju pengerasan daripada semen portland. Mayoritas kekuatan yang disebabkan oleh C3S dicapai pada umur 7 hari.
Tri Calcium Aluminate (C3A), Bereaksi sangat cepat dengan air, berkontribusi terhadap pengikatan awal semen, digunakan sebagai kontrol dalam penggunaan gypsum, semakin tinggi C3A dalam semen maka semakin rentan terhadap serangan sulfat.
(Diterjemahkan dari : http://www.epcserver.com/Structural/Analysis/concrete/info_hydration.asp)
Filed under: Semen Portland, hidrasi semen
KOMENTAR