Ada 3 (tiga) fungsi utama daripada curing (perawatan) adalah sbb :
1. Mempertahankan jumlah air dalam beton selama proses pengerasan awal
Perendaman dalam kolam, proses ini khusunya pekerjaan dengan permukaan yang datar dan volume pekerjaan yang kecil temperatur air curing harus dijaga sehingga temperatur air tidak lebih dingin 11 deg C (20 deg F) dari temperatur beton hal ini untuk mencegah retak yang diakibatkan tegangan termal. Proses ini biasanya dilakukan dalam pekerjaan laboratorium.
Penyemprotan dan pengkabutan, proses ini digunakan ketika temperatur suhu lingkungan diatas titik beku dan dalam kondisi kelembaban yang rendah, penyemprotan dan pengkabutan dapat meminimalkan retak karena penyusutan sampai beton mencapai setting.
Penutup basah, penutup basah harus digunakan setelah beton mengeras hal ini untuk mencegah kerusakan pada permukaan.
Tempat dan cetakan daripada beton, cetakan memberikan perlindungan terhadap kehilangan kelembaban, cetakan biasanya dibiarkan menempel pada beton selama masa konstruksi berlangsung, bila cetakan terbuat dari kayu maka kayu harus tetap lembab terutama pada kondisi cuaca panas dan kering.
2. Mengurangi hilangnya air pada permukaan beton.
Menutupi beton dengan kertas kedap air atau plastik, kertas kedap air dan plastik dapat diterapkan pada beton dengan dibasahi secara menyeluruh. Permukaan beton harus cukup keras untuk mencegah kerusakan pada permukaan selama proses penutupan ini.
Menggunakan senyawa pembentuk membran, senyawa pembentuk membran digunakan untuk menghambat atau mengurangi penguapan air pada permukaan beton, senyawa membran dapat berupa cairan jernih bening ataupun pigment putih. Senyawa pigment puting yang direkomendasikan untuk kondisi cuaca panas dan cerah sehingga dapat memantulkan cahaya sinar matahari. Senyawa curing harus segera digunakan setelah selesai pekerjaan. Senyawa curing harus sesuai dengan ASTM C 3094 atau ASTM C 13155.
3. Mempercepat perkembangan kuat tekan menggunakan panas serta penambahan kelembaban.
Menggunakan uap panas , menggunakan uap pada tekanan ruang atau pada tekanan tinggi dalam bejana uap merupakan curing sistem uap. Penggunaan uap panas pada tekanan ruang temperaturnya harus dijaga pada 60 deg C (140 deg C) atau kurang sampai dengan beton mencapai kekuatan yang diinginkan.
Menggunakan elemen pemanas, elemen pemanas biasanya digunakan sebagai elemen tertanam dekat permukaan elemen beton. Tujuannya adalah untuk melindungi dari pengerasan karena proses pembekuan pada cuaca dingin.
Bantalan listrik panas , bantalan dipanaskan dengan menggunakan listrik terutama digunakan oleh produsen beton pracetak.
Selimut Beton, selimut beton digunakan untuk menutupi dan melindungi permukaan beton dari dari suhu beku selama periode curing, beton harus cukup keras pada saat penyelimutan untuk melindungi kerusakan permukaan beton.


KOMENTAR