Pozzolan merupakan material tambahan selain gypsum pada proses penggilingan klinker menjadi semen, pozzolan adalah bahan yang mengandung senyawa silika dan alumina dimana bahan pozzolan itu sendiri tidak mempunyai sifat seperti semen , akan tetapi dalam bentuknya yang halus dan dengan adanya air, maka senyawa-senyawa tersebut akan bereaksi secara kimia dengan kalsium hidroksida – Ca(OH)2 pada suhu biasa dan membentuk kalsium Alumina Hidrat-CAH yang bersifat hidraulis, pozzolan juga disebut SCM-Supplementary Cementitious Material.
Pozzolan dalam semen bereaksi dengan Kalsium Hidroksida-Ca(OH)2 hasil dari reaksi hidrasi semen
Semen + Air ——————-CSH + Ca(OH)2
Pozzolan + Ca(OH)2 ———- besifat seperti hidraulisis
Sebelum digunakan pozzolan terlebih di uji kualitasnya, apakah pozzolan tersebut memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan oleh ASTM C-618 atau tidak .
SYARAT MUTU POZZOLAN MENURUT ASTM C.618-99)
- SiO2 + Al2O3 + Fe2O3, …………………Min 70 %
- SO3 …………………………………………..Max 4 %
- Loss On Ignition ………………………….Max 10 %
- Pozzolanic Activity Index …………….Min 75 %
Selain syarat yang tertera pada ASTM C.618-99 seperti diatas, persyaratan pozzolan juga dapat mengacu pada ASTM C.595 dan ASTM C.593
Pada ASTM C.593 -95 pada ASTM tahun 2000 , Pozzolanic Activity diuji dengan menggunakan kapur tohor pada umur pengujian 7 hari, dan dipersyaratkan kuat tekannya adalah 600 psi.
Selain ASTM pengujian pozzolan dapat juga menggunakan BS EN 196-5, part.5 ” Pozzolanicity test for pozzolanic cement”.
Pengujian dilakukan dengan mencampur 20 gram semen dengan menggunakan air 100 dengan suhu 40 deg C dan disimpan pada suhu 40 deg C sampai dengan perionde pengujian bisa 8 hari atau 15 hari.
pozzolanicity diukur dengan membandingkan kuantitas (jumlah) kalsium hidroksida yang ada dalam larutan yang kontak dengan semen terhidrasi setelah periode waktu tertentu, dengan jumlah kalsium hidroksida jenuh dalam larutan pada tingkat kebasaan yang sama. Tes dianggap positif jika konsentrasi kalsium hidroksida dalam larutan lebih rendah dari konsentrasi kejenuhan.
Telah dilakukan percobaan untuk beberapa material antara lain : Fly ash, Pozzolan (trass), Andesit, Abu sekam, material tersebut dihaluskan hingga lolos 100% pada ayakan 90 mikron. Kemudian masing masing material tersebut dicampurkan dengan semen dengan perbandingan 10 % material dan 90 % semen.
Grafik hasil percobaan.
Dari grafik diatas terlihat reaksi pozzolanic tercepat adalah abu sekam dan yang paling lambat adalah Andesit.

Filed under: Bahan baku, Kualitas, Semen Portland, pozzolanic




makasih ne atas artikel@ ,berguna banget lho,,,,,,
tx atas kunjungannx
grafik yang menghubungkan antara kekuatan dan umur dari beton HVFAC(High Volume with Fly Ash, substitusi > 50%) ada g?
Thanks
MAKASI BANGET…