Tempat Berbagi Ilmu

Bekerja Keras, Belajar Terus dan Berdoa

BATU BARA

Batu bara adalah sisa tumbuhan dari jaman prasejarah yang telah berubah bentuk yang awalnya berakumulasi di rawa dan lahan gambut. Batu bara adalah bahan bakar fosil yang dapat terbakar. Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang telah  terkonsolidasi antara strata batuan lainnya dan diubah oleh kombinasi pengaruh tekanan dan panas selama jutaan tahun sehingga membentuk endapan-endapan tanah.

Penimbunan  lanau dan sedimen lainnya, bersama dengan pergeseran kerak bumi (dikenal sebagai pergeseran tektonik) mengubur rawa dan gambut. Ini seringkali sampai ke kedalaman yang sangat dalam. Dengan penimbunan tersebut, material tumbuhan tersebut terkena suhu dan tekanan yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan tumbuhan tersebut mengalami proses perubahan fisika dan kimiawi dan mengubah tumbuhan tersebut menjadi gambut dan pada gilirannya, batu bara. Pembentukan batubara dimulai sejak

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahan baku,

METODE PENGUJIAN OPTIMUM SO3

Metode Pengujian Baku untuk

SO3 OPTIMUN DALAM SEMEN HIDROLIK BERDASARKAN

KUAT TEKAN 24 JAM (ASTM – C 563).

1. Material selain semen

a. Calcium Sulfate

Setelah dikeringkan (suhu 45 °C), digiling sampai 100% lolos ayakan 75 mikron meter dan serendah-  rendahnya mempunyai blaine 800 m2/kg. Kadar SO3-nya harus diketahui terlebih dahulu sebelum digunakan.

b. Standar Sand  &  graded Sand

Kedua macam sand di atas dicampur dengan perbandingan berat yang sama sampai tercampur homogen.

2. Pelaksanaan Pengujian..

a. Dibuat  6 spesimen dari mortar yang ada. Dibuat 2 kali untuk masing-masing 3 campuran mortar.

b. Siapkan cetakan sebagaimana Preparasi Cetakan Spesimen pada test Methode C 109.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Kualitas, , ,

ALITE-TRICALCIUM SILICATE

Alite adalah nama mineral untuk Tricalcium Silikat, Ca3O.SiO4 (C3S). Mineral ini merupakan yang utama dalam semen Portland

Alite dalam semen Portland yang ditulis sebagai Tricalcium Silikat, ini  untuk penyerdehanaan penulisan karena dalam mineral ini kandungan yang terbesar adalah CaO (Calcium) dan SiO2 (Silica).

Rumus C3S  dalam bentuk formula yang panjang adalah : Ca2.90Mg0.06Na0.01Fe0.03Al0.04Si0.95P0.01O5

Pada proses pendinginan yang lambat C3S cenderung akan terurai kembali menjadi Belite (Ca2SiO4) dan CaO.

Alite adalah mineral dalam semen Portland yang berperan  atas pengaturan dan pengembangan “kuat tekan  awal”. Sedangkan  belite memberikan kontribusi “lambat” terhadap perkembangan kekuatan semen, karena reaktivitas yang lebih rendah. Alite lebih reaktif karena kandungan Ca yang lebih tinggi, dan adanya ion oksida. dan bereaksi dengan air  menurut reaksi:

2Ca3SiO5 + 6H2O → 3CaO.2SiO2.3H2O + 3Ca (OH) 2

hidrat 3CaO.2SiO2.3H2O disingkat   C-S-H. C-S-H  ini terbentuk  sebagai massa yang berbentuk jarum  yang memberikan kekuatan pada sistem semen terhidrasi. Reaktifitas alite (C3S) yang tinggi sangat diinginkan dalam semen portland, hal ini dapat dicapai dengan  membentuk  polimorf (senyawa yang berbentuk kristal dan dalam berbagai bentuk)  pada temperatur yang tinggi dan membentuk Kristal Alite dengan ukuran yang kecil

Filed under: Mineral Potensial Semen,

Follow Tempat Berbagi Ilmu on WordPress.com

My Twitter

Arsip