Tempat Berbagi Ilmu

Bekerja Keras, Belajar Terus dan Berdoa

METODE PENGUJIAN OPTIMUM SO3

Metode Pengujian Baku untuk

SO3 OPTIMUN DALAM SEMEN HIDROLIK BERDASARKAN

KUAT TEKAN 24 JAM (ASTM – C 563).

1. Material selain semen

a. Calcium Sulfate

Setelah dikeringkan (suhu 45 °C), digiling sampai 100% lolos ayakan 75 mikron meter dan serendah-  rendahnya mempunyai blaine 800 m2/kg. Kadar SO3-nya harus diketahui terlebih dahulu sebelum digunakan.

b. Standar Sand  &  graded Sand

Kedua macam sand di atas dicampur dengan perbandingan berat yang sama sampai tercampur homogen.

2. Pelaksanaan Pengujian..

a. Dibuat  6 spesimen dari mortar yang ada. Dibuat 2 kali untuk masing-masing 3 campuran mortar.

b. Siapkan cetakan sebagaimana Preparasi Cetakan Spesimen pada test Methode C 109.

3.  Proporsi dari mortar.

Dicampur dengan ukuran sebagai berikut (basis kering) dalam suatu waktu masing masing untuk 6 kubus:

Campuran No.1 –   940 g semen, 470 g graded sand, 470 g 20-30 sand.

Campuran No.2 –   930 g semen, 10 g calcium sulfate, 470 g graded sand,470 g 20-30 sand

Campuran No.3 –   920 g semen,20 g calcium sulafate, 470 g graded sand, 470 g 20-30 sand

Air campuran yang dipakai adalah 30 % dari berat semen tambah calcium, sulfat. Campuran diaduk secara mekanik sebagaimana prosudur untuk pencampuran mortar C305 ,kecuali hal-hal sbb;

Masukkan calcium sulfate kedalam air, kemudian jalankan mixer dan Aduk pada kecepatan    rendah ( 140 ± 5 rpm ) selama 15 detik. Hentikan mixer dan tambahkan semen ke dalam air,  lalu jalangkan mixer pada kecepatan rendah (140 ± 5 rpm ) selama 30 detik.

Pencetakan specimen sesuai Test Methode C 109.

Segera setelah selesai proses pencetakan masukkanspecimen ke dalam ruang lembab. Simpan semua specimen segera setelah selesai pencetakan selama 20 sampai 24 jam. Jika specimen dikeluarkan dari cetakan sebelum 24 jam, letakkan specimen dalam ruang lembab sampai umur 24 jam tercapai. ( Temperatur dan kelembaban ruang lembab harus sesuai dengan Specification C 511).

4. Pungujian Specimen.

Uji specimen pada umur 24 ± ¼ jam ( dihitung dari waktu kontak pertama pada pencampuran semen dengan air ), segera setelah specimen dikeluarkan dari ruang lembab sesuai dengan Test Method C 109. Jika lebih dari specimen dalam satu waktu dikeluarkan dari ruang lembab, biarkan specimen tersebut dibungkus/ditutupi dengan kain lembab sampai pengujian untuk specimen tersebut dilaksanakan.

Filed under: Kualitas, , ,

3 Responses

  1. Akbar mengatakan:

    bang tHx U vry much..
    OA bole nanyak gak?

  2. 4BB4 mengatakan:

    makasih ilmux pak …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: