Tempat Berbagi Ilmu

Bekerja Keras, Belajar Terus dan Berdoa

ANALISA REGRESI & KORELASI KUAT TEKAN MORTAR

Hubungan Garis lurus dua variabel

   Garis lurus jika digambarkan dalam peta sumbu X dan Y, mempunyai persamaan sbb :

Y = aX + b …………….. (Y fungsi X)

Y  fungsi X, artinya bahwa nilai Y akan bergantung pada atau ditentukan oleh nilai X, misalnya kuat tekan mortar (Y) bergantung pada kehalusan semen (X), atau kuat tekan mortar (Y)  bergantung pada kandungan gypsum (X) dan sebagainya.

Dalam hal ini nilai Y disebut variabel tidak bebas (dependent variable) sedangkan nilai X disebut dengan variabel bebas (Independent variable).

Jika ada dua variabel memiliki hubungan dan hubungan dan hubungan terebut dapat digambarkan dengan persamaan garis lurus, nilai nilai Y dapat dicari setelah nilai-nilai X nya diketahui atau ditentukan terlebih dahulu.

Dalam kenyataan sehari-hari, sebenarnya sulit terjadi adanya hubungan dua jenis kejadian (variabel) yang begitu sempurna sehingga memenuhi persamaan garis lurus seperti yang disebutkan diatas.

Penjelasan Analisa Regresi dan Korelasi

Dalam diagram pencar kita hanya dapat membuktikan apakah antara dua variabel mempunyai hubungan (korelasi) atau tidak, dan jika ada tanpa memperdulikan sampai seberapa erat hubungan tersebut. Dengan menggunakan analisa regresi (analisa sebab akibat)  dan korelasi, kita dapat menggambarkan hubungan dua variabel dimaksud dalam bentuk persamaan linear (garis lurus) dan dapat mengetahui keeratan hubungan tersebut dari besarnya koefisien korelasi  dan determinasinya. Kemudian, berdasarkan angka besaran koefisian korelasi (r) dan determinasi, kita dapat mempertimbangkan apakah persamaan regresinya (dalam hal ini persamaan garis lurus) akan dipakai atau tidak dalam penarikan kesimpulan.

Koefisien Korelasi            = r

Koefisien Determinasi   = r2 (r x r)

Besarnya koefisien korelasi menggambarkan seberapa erat hubungan antara variabel X dan Y, dan angkanya diantara -1 (minus 1) dan +1 (Plus 1).

Jika nilainya -1 berarti variabel X dan Y mempunyai hubungan yang bersifat negatif (Korelasi Negatif) dan sempurna. Jika nilainya +1, berarti antara variabel X dan Y berkorelasi Positif dan sempurna.

Korelasi Negatif artinya, semakin besar nilai X, (sesuai persamaan garis lurusnya) akan semakin kecil nilai Y, begitu juga sebaliknya.

Korelasi Positif  artinya adalah semakin besar nilai X, (sesuai persamaan garis lurusnya) akan besar  kecil nilai Y, begitu juga sebaliknya.

link file disini

Filed under: Uncategorized, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: