Tempat Berbagi Ilmu

Bekerja Keras, Belajar Terus dan Berdoa

UNSUR UNSUR PENYUSUN SEMEN

Unsur-unsur penyusun semen menurut Eropa standard

  1. Portland Cement Clinker (K)
  2. Granulated blastfurnace slag (S)
  3. Pozzolanic material (P & Q)
  4. Fly ash (V & W)
  5. Burnt shale (T)
  6. Limestone (L, LL)
  7. Silica fume (D)
  8. Minor additional constituents
  9. Calcium sulfate
  10. Additives

Penyusun semen terbagi menjadi dua unsur tambahan, yaitu unsur tambahan utama dan unsur tambahan minor. Unsur tambahan utama dari point 1 sampai dengan point 7 pada daftar diatas asalkan kompisisinya melebihi 5 % dari berat total semen dan unsur tambahan minor dari point 1 sampai dengan point 8 pada daftar diatas asalkan komposisinya kurang atau sama dengan 5 % dari berat total semen.

Kinker Semen Portland (K)

Portland semen klinker juga disebut sebagai klinker semen atau  klinker saja. Setidaknya dua pertiga terdiri dari dua sulfat kalsium, yaitu tri-dan di-kalsium silikat, yang mana kaya dengan  CaO dan dapat bereaksi dengan  air pencampur dan mengeras dengan cepat. Oleh karena itu disebut zat hidrolik.

Granulated Blastfurnace Slag (S)

Blast furnace slag didapatkan dari kerak pengolahana biji besi, Blast furnace memiliki sifat hidrolisis yang bereaksi secara lambat dengan air tetapi apabila ditambahkan dengan klinker semen maka akan bereaksi dan mengeras secara cepat dan terbentuk kalsium silikat hidrat.

Pozzolanic Material (P & Q)

Pozzolan adalah bahan alam atau bahan dari industri yang mengandung SiO2 reaktif, dalam kondisi yang halus dan dengan adanya air pada kondisi temperatur normal bereaksi dengan kalsium hidroksida-Ca(OH)2 yang membentuk kalsium Silikat terhidrasi yang bersifat hirolisis dan mengeras.

Silika reaktif yang terdapat dalam bahan pozzolan baik dalam bentuk SiO2 bebas atau pun dalam bentuk Alumina Silikat sangat penting dalam proses pengerasan pozzolan, Kalsium Alumina Hidrat juga dapat memberikan kontribusi terhadap pembentukan kuat tekan. Proporsi CaO dalam pozzolan tidak begitu penting yang tepenting adalah kandungan SiO2 rekatif yang mana kandungannya minimum 25 % dari berat pozzolan

Bahan Pozzolan terbagi 2 jenis :

  1. Natural Pozzolan (P)
  2. Pozzolan buatan Industri (Z)

Fly Ash (V & W)

Berdasarkan kereaktifan komposisinya maka Fly ash terbagi menjadi 2 yaitu :

  1. Siliceous Fly ash (V), adalah fly ash halus yang sebagian besar berbentuk partikel bola dan seperti kaca yang memiliki sifat pozzolanic. Fly ash jenis ini mengandung CaO reaktif kurang dari 5 % dan kurang lebih 25 % SiO2 reaktif.
  2. Calcareous fly ash(W), adalah bubuk fly ash yang mempunyai sifat hidraulik. Fly ash jenis ini mengandung CaO rekatif tidak boleh kurang dari 5 % biasanya  mengandung CaO reaktif antara 5 – 15 % dan mengandung SiO2 reaktif lebih dari 25 %.

BURN SHALE (T)


(Tulisan ini diterjemahkan secara bebas dari sumbernya  “CEMENT Principles of production and Use” Penulis Friedrich W.Locher, Verlag BAU+TECHNIK hal 18 dengan judul aslinya adalah ” Constituens of the Euorpean and German standard cement”)

Filed under: Bahan baku, Semen Portland, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: